Sampang - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Permanen di Kabupaten Sampang. Dalam kunjungan tersebut, Khofifah didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dra. Restu Novi Widiani, M.M., beserta jajaran pemerintah daerah.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan SR Permanen berjalan sesuai target. Sekolah yang dibangun sebagai bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu itu diproyeksikan menjadi pusat pendidikan terpadu terbesar di Indonesia.
Khofifah mengatakan, SR Permanen Sampang merupakan Sekolah Rakyat dengan kawasan terluas di Indonesia. Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 8,4 hektare, sehingga memungkinkan tersedianya fasilitas pendidikan yang lengkap dalam satu kawasan.
"Melalui Sekolah Rakyat, kita ingin memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas. Anak-anak dari keluarga kurang mampu harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik," kata Khofifah.
Menurutnya, SR Permanen Sampang mengusung konsep pendidikan terintegrasi yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Selain ruang kelas, kawasan tersebut juga akan dilengkapi asrama, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, tempat ibadah, ruang keterampilan, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Khofifah menilai pendidikan menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang mandiri dan berdaya saing.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Dra. Restu Novi Widiani mengatakan pembangunan SR Permanen terus dikawal agar dapat selesai sesuai jadwal. Dengan fasilitas yang representatif, sekolah ini diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi para siswa.
Keberadaan SR Permanen Sampang juga diharapkan menjadi percontohan pengembangan Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis sekolah ini akan menjadi langkah nyata dalam mendukung pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Editor : Redaksi