PWRK Nusantara dan PRKB Bersatu Perkuat Sinergi Warga Rabasan Kedungdung

Reporter : Bargo

SURABAYA — Persatuan Wartawan Rabasan Kedungdung (PWRK) Nusantara bersama Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu (PRKB) resmi membentuk susunan kepengurusan baru. Pembentukan tersebut berlangsung dalam pertemuan tatap muka di Rumah Makan Bhin Aju, Jalan Wijaya Kusuma Nomor 31, Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jumat malam (11/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi warga asal Rabasan Kedungdung, Sampang, Madura, untuk saling mendukung lintas generasi dan profesi.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir jajaran pembina dan penasihat, tokoh masyarakat Rabasan Kedungdung, tim advokat, pengurus PRKB, serta anggota organisasi.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membawa misi membangun pandangan yang lebih positif terhadap masyarakat Madura. Pendekatan intelektual, kepemudaan, serta dunia jurnalistik dinilai menjadi bagian penting dalam membentuk citra tersebut.

Bangun Wadah Saling Mendukung

Pembina PWRK Nusantara, Faisol Majid, mengatakan pembentukan kepengurusan sekaligus kolaborasi dengan PRKB diharapkan mampu menciptakan wadah yang dapat saling mendukung tanpa melihat latar belakang profesi.

Menurutnya, keberadaan organisasi bukan sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk memperluas jejaring dan meningkatkan kapasitas anggotanya.

"Wujud dari organisasi ini adalah membuat wadah saling support dari profesi apa pun. Silaturahmi ini untuk saling mengenal dan merubah mindset bahwa warga Madura bisa berintelektual," ujar Faisol.

Faisol juga menilai keterlibatan generasi muda melalui PRKB memiliki peran penting dalam membangun perspektif baru mengenai masyarakat Madura.

Dorong Perubahan Stigma

Sementara itu, Ketua Umum PWRK Nusantara terpilih, Muhammad Syaiful Baiturrahman, menegaskan organisasi tersebut memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun citra positif warga Madura.

Ia menyebut, selama ini masyarakat Madura kerap mendapatkan stigma negatif, termasuk anggapan mengenai karakter yang dinilai arogan.

Karena itu, keterlibatan pemuda serta kemampuan memasuki ruang jurnalistik diharapkan dapat menjadi sarana untuk menunjukkan sisi lain masyarakat Madura yang intelektual, produktif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Seiring perkembangan zaman, milenialitas pemuda dan kemampuan merambah pada dunia jurnalistik adalah karakter baik yang akan merubahnya," kata Muhammad Syaiful Baiturrahman.

Sebelum susunan organisasi resmi dibacakan Moch Syamsul Arifin, kegiatan diisi dengan dialog interaktif. Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus memperkuat komunikasi antarpengurus dan anggota.

Diperkuat Praktisi Hukum dan Komunikasi
Struktur kepengurusan PWRK Nusantara juga diperkuat sejumlah figur dari berbagai latar belakang profesi.

Komisi Hukum dan Perundang-undangan, misalnya, diisi sejumlah praktisi hukum, di antaranya Rio Dedy Heryawan, S.H., M.H., dan Tomuan Sugiarto Hutagaol, S.H.

Sementara Komisi Pengaduan dan Etika Pers dipimpin Basori. Adapun Komisi Digital dan Sustainability dinakhodai Mahrus Aly untuk merespons perkembangan dunia digital dan tantangan organisasi ke depan.

Berikut susunan kepengurusan PWRK Nusantara:

  • Pembina: Faisol Majid
  • Penasihat: H. Mastur, H. Yudiz
  • Ketua Umum: Muhammad Syaiful Baiturrahman
  • Wakil Ketua Umum: Sutrisno
  • Sekretaris Jenderal: Adi Irawan
  • Komisi Hukum dan Perundang-undangan: Rio Dedy Heryawan, S.H., M.H.; Tomuan Sugiarto Hutagaol, S.H.; Miko, S.H.; Teguh Wahyuono, S.H.; Dwi, S.H.; Sofyan, S.H., M.H.
  • Komisi Pengaduan dan Etika Pers: Basori
  • Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers: Muhammad Syarif
  • Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga: Kosimuddin
  • Komisi Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi: Harry
  • Komisi Digital dan Sustainability: Mahrus Aly
  • Komisi Informasi dan Komunikasi: Moch Syamsul Arifin

Editor : Redaksi

Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru