Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mencatat sejarah baru dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 yang digelar di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025). Untuk pertama kalinya sejak era Presiden Soekarno, seorang kepala negara hadir langsung di tengah ribuan buruh yang memadati pusat ibu kota.
Kehadiran Presiden Prabowo bukan sekadar simbolis. Dalam pidatonya, ia menyampaikan delapan janji besar yang disambut antusias para pekerja. Janji-janji tersebut mencerminkan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan buruh dan memperkuat keadilan sosial di Indonesia.
Berikut delapan komitmen utama yang disampaikan Presiden Prabowo:
1. Pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT)
Presiden menargetkan pengesahan RUU PPRT dalam waktu kurang dari tiga bulan. Ini merupakan langkah penting untuk memberikan perlindungan hukum kepada pekerja rumah tangga yang selama ini belum mendapatkan pengakuan setara.
2. Pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional
Dewan ini akan diisi oleh tokoh-tokoh buruh dari berbagai daerah dan bertugas memberi masukan kepada Presiden, terutama dalam mengevaluasi kebijakan yang merugikan pekerja. Dewan ini juga mendukung upaya penghapusan sistem outsourcing.
3. Penghapusan Sistem Outsourcing
Prabowo menyatakan dukungan penuh terhadap penghapusan sistem kerja outsourcing, yang dianggap merugikan buruh karena minimnya kepastian kerja dan hak-hak dasar.
4. Pengesahan RUU Perampasan Aset
Presiden berkomitmen mendorong percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai bagian dari langkah tegas memberantas korupsi dan mengembalikan aset negara.
5. Pengangkatan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional
Sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh, Prabowo mendukung pengangkatan Marsinah—aktivis buruh yang gugur dalam memperjuangkan hak-hak pekerja—sebagai pahlawan nasional.
6. Ratifikasi Konvensi ILO 188
Prabowo berjanji untuk meratifikasi Konvensi ILO 188 yang mengatur perlindungan pekerja sektor kelautan dan perikanan, termasuk awak kapal penangkap ikan.
7. Reformasi Pajak demi Keadilan Sosial
Rencana reformasi pajak disampaikan Presiden dengan fokus menurunkan pajak bagi kelompok ekonomi bawah dan menaikkan pajak bagi kelompok atas guna mengurangi ketimpangan sosial.
8. Komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Prabowo menegaskan komitmen pemerintah terhadap pencapaian SDGs, termasuk pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, pekerjaan layak, dan pengurangan ketimpangan ekonomi.
Pidato Presiden Prabowo dalam May Day 2025 dinilai sebagai langkah maju dalam memperbaiki hubungan antara pemerintah dan kaum pekerja. Janji-janji yang disampaikan membuka harapan baru bagi masa depan buruh di Indonesia.
Editor : Redaksi