SURABAYA – Event bergengsi Surabaya Domino Tournament 2026 yang digelar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) bersama Higgs Games Island (HGI) di Grand City Convention Hall, Surabaya menuai sorotan tajam. Event berskala nasional dengan total hadiah Rp200 juta itu justru diwarnai polemik pembatasan akses. Bagi sejumlah wartawan yang di larang masuk oleh petugas keamanan berseragam kaos hijau di pintu masuk
Sejumlah pengurus PORDI mengaku kecewa karena tidak dapat memasuki area acara meski mengenakan atribut resmi. Mereka ditolak karena tidak mengantongi ID card panitia, meskipun hadir dalam kapasitas sebagai pengurus organisasi.
“Ini aneh. Kami bagian dari PORDI, tapi justru tidak bisa masuk. Katanya di suruh clear area padahal kita mau memastikan dan kordinasi terkait acara tersebut” ungkap salah satu pengurus.
Tak hanya itu, wartawan yang hendak meliput juga mengalami hambatan serupa. Meski telah memperkenalkan diri sebagai jurnalis, akses tetap dibatasi dengan alasan tidak memiliki identitas resmi dari penyelenggara.
Kondisi ini memunculkan kritik terhadap profesionalisme penyelenggaraan event, terutama karena kegiatan tersebut bersifat terbuka dan membawa label nasional.
Bahkan ketika EO mendapatkan komplain bukannya meluruskan persoalan malah terkesan menantang para wartawan yang berada di luar ruang acara.
Sorotan juga mengarah pada aspek kelembagaan. PORDI disebut-sebut belum resmi terdaftar sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai legitimasi penyelenggaraan event olahraga yang mengatasnamakan organisasi tersebut.
Di tengah polemik tersebut, turnamen tetap berlangsung dengan partisipasi peserta dari berbagai daerah. Namun, ketatnya akses dan minimnya transparansi dinilai berpotensi mencederai semangat inklusivitas dalam pengembangan olahraga domino di Indonesia.
Menurut Ketua LPAS (Lembaga Pemantau Analisis Strategis) Iwan Suga hal ini bisa di komplainkan kepada pihak EO.
"Kalau EO tidak profesional dalam menjalankan tugasnya bisa di gugat karena telah mencederai keberlangsungan aktifitas event ini" bebernya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari panitia maupun pengurus PORDI Jawa Timur terkait berbagai keluhan yang mencuat di lapangan. (*)
Editor : Redaksi