Kualitas Pembinaan Pasien Rehabilitasi Narkoba Di Merah Putih Semakin Keren

Reporter : Redaksi

SURABAYA | okejatim.com — Lembaga Rehab Merah Putih terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan terhadap seluruh pasien yang menjalani proses rehabilitasi penyalahgunaan narkoba. Kali ini Lembaga tersebut menambah beberapa kegiatan untuk melatih sejumlah pasien yang di rawat olehnya 

Sabtu, 14 Agustus 2026

Selain itu bentuk Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemeriksaan test urin kepada para pengurus rehab sebagai wujud tanggung jawab atas pengawasan yang di lakukan oleh penjaga regab. Lembaga ini ini juga menyuguhkan berbagai program pembinaan yang dilakukan secara rutin,mulai dari kegiatan keagamaan, olahraga, senam, hingga pelatihan keterampilan bagi para pasien.

Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari program pembinaan adalah pengajian. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan kesadaran pasien mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta dampak buruknya terhadap kehidupan pribadi maupun keluarga.

Selain pembinaan keagamaan, Lembaga Rehab Merah Putih juga menjalankan kegiatan senam dan olahraga serta sejumlah pelatihan keterampilan. Berbagai kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kedisiplinan, kesehatan fisik, mental, serta keterampilan pasien selama menjalani proses rehabilitasi.

Di tengah adanya sorotan dan tudingan terkait dugaan peredaran sabu di lingkungan rehabilitasi, pihak manajemen Lembaga Rehab Merah Putih menunjukkan adanya fungsi pengawasan dan kontrol terhadap jajaran terkait. Pengawasan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas serta memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

Sementara itu, Lembaga Pemantau dan Analisis Strategis (LPAS) memberikan apresiasi terhadap komitmen Lembaga Rehab Merah Putih dalam meningkatkan kualitas pembinaan selama proses rehabilitasi.

Iwan Suga, lulusan Universitas Airlangga (Unair) angkatan 1998, menilai berbagai kegiatan positif yang dilakukan lembaga tersebut dapat menjadi bagian penting dalam membantu pasien menjalani proses pemulihan.

“Saya melihat banyak kegiatan positif yang dilakukan oleh lembaga ini, di antaranya latihan keterampilan dan penguatan iman kepada para pasien. Mereka diberikan pemahaman bahwa penyalahgunaan narkoba sangat berdampak buruk bagi kehidupan manusia, termasuk dampaknya terhadap keluarga,” ujar Iwan Suga.

Menurutnya, proses rehabilitasi tidak hanya berkaitan dengan pemulihan dari ketergantungan, tetapi juga membutuhkan pembinaan mental, spiritual, kedisiplinan, serta keterampilan agar pasien memiliki bekal untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Dengan berbagai program tersebut, Lembaga Rehab Merah Putih diharapkan dapat terus meningkatkan sistem pembinaan sekaligus memperkuat fungsi pengawasan internal demi menciptakan lingkungan rehabilitasi yang aman, sehat, dan mendukung proses pemulihan pasien. ( Ki/Red)

Editor : Redaksi

Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru