Ratusan Karyawan PT.Unilever Indonesia Tbk di PHK Sepihak

avatar okejatim.com


Surabaya, rakyatjelata.com -Ratusan pekerja PT.Unilever Indonesia Tbk melakukan aksi unjuk rasa memadati Jalan Rungkut Industri IV Nomor 5-11,  Surabaya pada Rabu (30/3/2022). Mereka menggelar aksi usai di-PHK secara sepihak oleh perusahaan. Aksi unjuk rasa yang berlabel Rapat Akbar ini sebagai bentuk protes pekerja PT.Unilever Indomesia Tbk terhadap pihak manajemen yang telah mem PHK 161 Karyawan tetap.

Baca Juga: Menjelang Pemilu LSM Asing Wajib Di Pantau

Aksi yang dilakukan didepan Pabrik ini mengakibatkan ditutupnya akses jalan Rungkut Industri.  Sejumlah petugas kepolisian dari Sabhara dan Satlantas Polrestabes Surabaya yang ikut mengamankan aksi.

Ratusan pekerja ini merasa kesal dengan pihak manajemen karena memPHK menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. "Kami 161 karyawan pabrik yang bekerja  di bidang FMCG (Fast Moving Consumer Goods) yakni PT Unilever Indonesia justru akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)."ujar David Eko Irwanto yang menjabat Wakil Ketua SPSI Unilever, saat ditemui awak media Rabu (30/3/2022).

Menurut David, totalnya diperkirakan ada 750 orang yang menjadi korban PHK sepihak dari perusahaan PT Unilever yang bekerja di Jalan Rungkut Industri IV Nomor 5-11, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya.

Mereka terus menyuarakan tuntutan keputusan pihak PT Unilever Indonesia dalam melakukan PHK dianggap sepihak. Hari ini, sengaja kami kumpulkan dan buktikan bahwa SPSI dan kawan-kawan masih solid, perusahaan semena-mena melakukan PHK sepihak," teriak Wakil Ketua PUK SPSI Unilever Indonesia di Surabaya, David Eko Irwanto.

Baca Juga: Betapa Bahayanya Khilafah Di Indonesia, Simak Talk Show di TVRJ Chanel

Buruh menilai, apa yang dilakukan perusahaan PT Unilever sangat merugikan para karyawan secara sepihak. Mereka mengajak pihak manajemen untuk diskusi. Jumlahnya ada sekitar 750 orang (di PHK), sebelumnya 161 orang yang indikasinya mau diproses PHK oleh manajemen, semuanya ini karyawan tetap," ujarnya.

David sendiri tidak mengetahui, jumlah yang kena PHK sepihak itu dari divisi apa saja. Mari kita diskusi, kan diskusi diatur dalam UU juga, katanya. David berharap, ada jalur bipartit atau komunikasi dengan pihak manajemen. Menurutnya, dengan diskusi yang baik dan tidak dilakukan PHK, dinilai akan menghasilkan jalan keluar.

"Harapannya ya tidak dilakukan PHK atau terminasi secara sepihak, wong kita kan 1 keluarga antara bapak dan anak, bukan ditemui di luar rumah," tuturnya. Menurut David, ia dan ratusan karyawan lainnya sudah berhenti beraktivitas sejak Senin (28/9/2022) lalu. Ia mengklaim, pabrik juga melakukan penghentian operasional dalam sepekan mendatang. "Pabrik ditutup selama 1 minggu," imbuhnya.

Baca Juga: Eksis Sejak 1987, Soto Cak RI (Marmoyo) Tetap Ramai Pengunjung 

David menerangkan, PHK tak seharusnya dilakukan pada para karyawan yang loyalis. Sebab, ia dan sejumlah rekannya telah bekerja lebih dari 10 tahun. "Ada yang paling lama sampai 28 tahun, rata-rata di atas 10 tahun yang kena PHK, sudah ada pemanggilan satu persatu sejak Selasa (29/3/2022) kemarin, pemberitahuan sepihak tapi kami putuskan tidak datang," katanya.

Sementara itu, Kepala Safety Officer PT Unilever, Heri Bujang saat ditemui di lokasi enggan memberikan komentar lebih lanjut perihal tersebut. Menurutnya, hal tersebut bukan ranahnya untuk menyampaikan melalui media. "Maaf, saya tidak bisa berkomentar," tutupnya.

Aksi ini berlangsung sekitar 1 jam. Sejak pukul 10.30 hingga 11.30 WIB. Hingga kini, belum ada perwakilan pihak manajemen Unilever yang menemui para pekerja pabrik.

Editor : okejatim.com